Tahun ini terbilang telah ke-17 kalinya saya menunaikan ibadah puasa. Saya mulai belajar puasa sewaktu berumur 6 tahun. Berawal dari puasa sampai jam 10, 11, 12, kemudian semakin lama semakin siang, sampai akhirnya kelas 3 SD saya baru bisa puasa full. *Waktu kecil, saya kurus kerempeng. Kalau tidak makan bisa berabe.*
Dahulu, setiap buka puasa, saya selalu antusias dengan makanan pembuka. Sibuk berbelanja dan memikirkan apa yang harus diisi untuk perut ini. Namun entah kenapa sekarang antusiasme tersebut berkurang. Tak jarang saya hanya berbuka dengan teh sekedarnya (kadang teh tidak manis), air putih, bahkan permen. *waktu menjaga kursi di foodcourt sampai tidak bisa kemana-mana*
Menurut saya, makna puasa telah mengalami pergeseran. Orang-orang bukannya mengambil arti dari puasa, tetapi malah sibuk memikirkan apa yang akan dimasukkan ke dalam perut, memikirkan kapan waktu berbuka, bahkan tidak sedikit yang berteriak lapar dan haus dikala menjalani puasa. Saya sendiri terlihat lebih pendiam ketika puasa. Bukannya rasa lapar yang membuat saya terdiam, tetapi lebih ke saya-tidak-mau-salah-berbicara ketika puasa.
Puasa itu tidak hanya menahan rasa lapar dan haus, tetapi juga menahan semuanya. Menahan bergosip (yayaya…sebenarnya hal ini memang tidak boleh dilakukan baik waktu bulan puasa maupun bukan puasa), pandangan mata, hingga nafsu yang begitulah.
Belum lagi terlihat kemunafikan orang-orang saat bulan puasa. Mesjid mendadak ramai. Musholla mall mendadak penuh sesak. Banyak ’satpam’ yang sibuk bertanya “lo puasa ga?”, “lo gak tarawih di mesjid?”, “eh lo udah sholat belom sih?”.
Perlukah kita pamer kalau kita puasa? Kalau kita melaksanakan sholat? Kalau kita bertarawih? Menurut saya ibadah itu tidak perlu diperlihatkan ke orang lain. Cukup diri sendiri dan Tuhan saja yang tahu.
Apakah kita mendapat pahala apabila orang lain tahu kita beribadah? Entahlah, saya tidak bisa menjawab. Saya sendiri berkesimpulan bulan puasa menjadi bulan penuh kemunafikan yang penuh dengan manusia-manusia bertopeng.
Banyak yang bilang bulan puasa adalah bulan dimana pahala akan berlipat ganda sehingga orang ‘bertaubat’ dan melaksanakan hal-hal yang diwajibkan tersebut. Namun untuk saya, akan lebih baik kegiatan yang biasa dilakukan saat bulan puasa, terbawa hingga setelah Lebaran.
Sumber : http://chikastuff.wordpress.com/2008/09/06/makna-bulan-puasa/